GMD News & Updates

Halaman ini berisi tentang berita2 terkini seputar GMD

News / Artikel

PERMUDAH PROSES PERSALINAN DENGAN SENAM HAMIL

November 17, 2018 oleh Artikel

Bagikan:

Oleh :dr. Anggie Sasmita Kharisma Putri

Editor : dr. Rubayat Indradi, MOH

 

Kehamilan merupakan suatu proses yang sangat dinantikan oleh pasangan suami istri. Kondisi hamil akan mempengaruhi kondisi fisik dan psikis seorang ibu. Kehamilan berpotensi untuk membuat ibu semakin mudah lelah, namun jika seorang ibu hamil tidak aktif bergerak, kondisi ini akan membuat tubuh menjadi tidak bugar. Sayangnya, masih banyak ibu hamil takut untuk berolahraga. Mereka beranggapan bahwa aktivitas fisik akan memperburuk kondisi kehamilannya. Jika seorang ibu dinyatakan sehat secara fisik dan mental, pada umumnya olahraga aman dilakukan saat hamil. Olahraga yang rutin dilakukan akan menguatkan otot tubuh, hal tersebut bermanfaat untuk memperlancar proses persalinan.Olahraga yang dilakukan secara teratur akan mempersingkat lama waktu persalinan dan mengurangikemungkinandilakukantindakan operasi caesar. Hal tersebut dikarenakan terjadi peningkatan kekuatan otot perut dan otot area panggul yang berperan selama proses persalinan.

Salah satu olahraga yang relatif aman dilakukan selama hamil adalah senam aerobiklow impactatauintensitasrendah.Senam aerobik dianjurkan dilakukan ketika kehamilan memasuki usia di atas 6 bulan. Senam aerobik khusus ibu hamil tentu saja harus dimodifikasi untuk menghindari gerakan melompat, menendang, dan gerakan lain yang dinilai membahayakan kondisi ibu dan janin yang dikandung.Beberapa manfaat senam hamil antara lain:

  • Mengurangi rasa nyeri dan ketidaknyamanan di area pinggang.

Seiring bertambahnya usia kehamilan, berat badan juga akan meningkat. Keseimbangan badan akan terganggu dan berpusat di perut. Dampaknya adalah gestur tubuh saat berjalan akan cenderung mengarah ke depan atau belakang. Hal tersebut akan membuat pinggangterasa sakit. Dengan melakukan senam hamil, keluhan tersebut dapat diminimalisir.

  • Menguatkan otot dan sendi

Kondisi hamil akan membuat otot-otot tubuh anda bekerja lebih keras untuk menopang berat badan yang akan bertambah. Kekuatan otot-otot tubuh akan meningkat jika senam hamil dilakukan secara rutin. Hal ini sangat bermanfaat, terutama otot-otot area pinggang yang bekerja secara sinergis dengan tulang belakang yang berfungsi untuk menahan beban.

  • Menguatkan jantung dan memperlancar peredaran darah

Senam hamil dapat memperlancar peredaran darah. Hal ini membuat oksigen akan beredar secara efisien ke seluruh tubuh, termasuk aliran oksigen untuk janin.

  • Memperlancar proses persalinan

Ibu hamil yang rutin melakukan senam hamil memiliki peluangyang lebih kecil untuk mengalamipersalinan secara operasi caesar. Mereka memiliki stamina yang lebih baik sehingga mampu mengendalikan konsentrasi saat melahirkan.

  • Membuat pikiran lebih positif karena merasa siap menghadapi persalinan

Akibat adanya pengaruh hormonal, ibu hamil akan rentan sekali untuk mengalami stres. Dengan melakukan senam hamil, maka hal ini akan memicu produksi hormon endorfin, yang akan membuat tubuh merasa rileks dan memunculkan perasaan senang atau bahagia.

 

Hal-hal yang harus diperhatikan bagi ibu hamil :

  1. Melakukan pemanasan sebelum senam dan pendinginan sesudahnya
  2. Menghindari gerakan memutar dan membalik badan secara cepat
  3. Beristirahat jika merasa letih
  4. Menjaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau dingin, gunakan pakaian yang tidak terlalu tebal dan menyerap keringat.
  5. Mengonsumsi cukup air agar tidak dehidrasi

Senam hamil bisa dihentikan jika terdapat tanda dan gejala seperti berikut:

  1. Perdarahan darikemaluan
  2. Pusing
  3. Nyeri atau bengkak pada betis
  4. Nyeri dada
  5. Menurunnya intensitas gerak janin
  6. Rembesan air ketuban
  7. Sesak

Sebelum melakukan senam hamil, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis, mengingat kondisi kesehatan masing-masing ibu hamil berbeda. Ibu hamil dengan riwayat penyakit kronis seperti penyakit jantung, paru, dan infeksi sistemik memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami peningkatan keparahan penyakit jika tetap melakukan olahraga selama hamil. Kontraindikasi olahraga selama hamil adalah ibu hamil dengan riwayat hipertensi, preeklampsia, ketuban pecah dini, rahim lemah, perdarahan, persalinan dengan riwayat bayi prematur, dan placenta previa.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, maka ibu hamil dianjurkan untuk bergabung dengan kelas senam hamil yang banyak diselenggarakan di Rumah Sakit Ibu dan Anak. Pada umumnya, senam hamil akan dibimbing oleh bidan yang sudah berpengalaman menangani proses persalinan. Dengan dipandu oleh instruktur senam hamil yang sudah terlatih, maka risiko cedera saat melakukan senam hamil bisa dihindari. Dalam kelas senam hamil, anda akan bertemu dengan banyak ibu hamil lainnya. Anda akan merasa lebih nyaman untuk bertukar pikiran seputar pengalaman selama hamil.

Ada beberapa gerakan pada senam hamil yang membutuhkan bantuan pasangan. Anda bisa mengajak suami untuk bergabung dan membantu anda melakukan gerakan tersebut. Suami bisa memotivasi ibu hamil agar lebih siap saat melahirkan. Seperti halnya ibu hamil, dengan mengikuti kelas senam hamil bersama, maka suami juga dapat menimimalisir rasa gugup saat menghadapi proses persalinan karena ia sudah terbiasa dengan hal-hal yang berkaitan dengan proses tersebut.

 

Sumber :

American Pregnancy Association. Exercise During Pregnancy. 2016.

University of Glasgow. Sport & Recreation. Health & Exercise During Pregnancy.

ACOG Committee Obstetric Practice. ACOG Committee opinion. Number 267,January 2002: exercise during pregnancy and the post-partum period. ObstetGynecol. 2002;99:171-173.

Hinman, S. et al. Exercise in Pregnancy: A Clinical Review. Vol 7 no 6.

Bagikan: